A.    SISTEM RELIGI

Layaknya di Indonesia, kondisi Malaysia juga merupakan negara yang multikulturalistik. Ada banyak suku, agama, ras, bahasa, dan kebudayaan. Khusus kali ini yang akan dikedepankan ialah mengenai agama-agama yang dianut oleh penduduk Malaysia. Sebagaimana yang terjadi di negara lainnya, dimana ada agama yang dipeluk secara mayoritas, Malaysia pun memiliki agama yang mayoritas dipeluk oleh masyarakatnya.

 

Bicara soal pemeluk agama mayoritas di Malaysia, Islam merupakan agama mayoritas di Negeri Jiran tersebut. Ada sekitar 60-an persen lebih penduduk Malaysia yang memeluk agama Islam. Sementara sisanya 19% memeluk Buddha, 9 % beragama Kristen, 6,3% Hindu, dan sekitar 2,6% saja yang memeluk agama Tionghoa tradisional. Sisanya memeluk agama yang lainnya, termasuk juga didalamnya aliran kepercayaan (animisme), agama rakyat, Sikh, dan keyakinan yang lainnya.

Dalam Konstitusi Malaysia bahwa semua orang melayu dipandang Muslim seutuhnya. Selain itu, dalam statistik tahun 2000-an menunjukkan bahwa Tionghoa-Malaysia sebagian besarnya memeluk Buddha dengan jumlah yang signifikan yang mengikuti ajaran Tao dan juga memeluk Kristen sebanyak 9%. Sedangkan mayoritas orang India-Malaysia memeluk Hindu dan hanya sejumlah kecil saja yang memeluk Kristen dan Islam.

 

Dalam peraturan perundang-undangan di Malaysia memang secara teoritiknya menjamin adanya kebebasan beragama. Meski demikian, dalam praksisnya selalu saja ada deviasi yang bertentangan dengan bunyi teks konstitusi yang agung itu. Misalnya saja, ketika semua non-Muslim yang menikahi Muslim maka dituntut untuk meninggalkan agama asal mereka dan kemudian berpindah memeluk agama Islam. Selain itu, kaum non-Muslim juga tak jarang mendapat beberapa hambatan terutama sekali ketika mereka ingin melaksanakan kegiatan keagamaan mereka.

Dalam peraturan perundang-undangan di Malaysia memang secara teoritiknya menjamin adanya kebebasan beragama. Meski demikian, dalam praksisnya selalu saja ada deviasi yang bertentangan dengan bunyi teks konstitusi yang agung itu. Misalnya saja, ketika semua non-Muslim yang menikahi Muslim maka dituntut untuk meninggalkan agama asal mereka dan kemudian berpindah memeluk agama Islam. Selain itu, kaum non-Muslim juga tak jarang mendapat beberapa hambatan terutama sekali ketika mereka ingin melaksanakan kegiatan keagamaan mereka.

 

Di Malaysia seorang Muslim dituntut untuk mengikuti berbagai keputusan yang dibuat oleh Mahkamah Syariah ketika berkenaan dengan keyakinan dan kewajiban sebagai seorang Muslim. Diantaranya yang diatur dalam keputusan tersebut ialah pernikahan, warisan, kemurtadan dan juga hubungan internal sesama umat Islam. Tidak ada pelanggaran pidana atau perdata dalam Mahkamah Syariah ini namun Pengadilan Sipil yang sejatinya menjadi pengadilan tertinggi di Malaysia segan untuk memimpin kasus-kasus yang melibatkam Islam didalam wilayah yang menjadi otoritas Mahkamah Syariah tersebut.

B.    SISTEM ORGANISASI KEMASYARAKATAN

1. Adat Resam

Adat resam merupakan suatu perbuatan yang menjadi kebiasaan tetap dan dihormati oleh masyarakat. Perbuatan yang diikuti tadi akan menjadi adat dan amalan dalam kehidupan harian mereka. Adat resam masyarakat Melayu bertujuan untuk mengawal tingkah laku masyarakat untuk kesejahteraan dan keharmonian masyarakat. Adat dalam masyarakat Melayu ialah segala yang berkaitan dengan proses kehidupan manusia bermula ketika sesorang dilahirkan sehinggalah beliau menemui ajal.[18] Adat resam terbahagi kepada dua iaitu adat golongan bangsawan dan adat rakyat biasa.

a. Adat Istiadat Raja

Terdapat pelbagai jenis adat istiadat raja pada zaman Melayu tradisional. Antara adat istiadat tersebut ialah adat mengadap dan menyembah Sultan di balairung, adat pertabalan dan pelbagai lagi jenis adat yang lain. Kepercayaan terhadap kemuliaan dan keagungan Sultan telah membawa kepada adat menyembah Sultan yang dikenali sebagai ‘adat menjunjung duli’. Adat ini dilakukan oleh pembesar negeri bagi menunjukkan kedaulatan Sultan dan taat setia mereka kepada pemerintah. Kebiasaannya, adat ini hanya dilakukan dalam balairung.

Selain itu, pertabalan sultan juga mempunyai adat yang tersendiri. Terdapat pelbagai protokol dalam perlantikan Sultan. Adat ini dimulakan dengan membersihkan kawasan istana dan seluruh kawasan negeri. Setelah itu, pertabalan Sultan ini akan dihebahkan ke segenap pelosok negeri agar rakyat mengetahui bahawa terdapat pertabalan Sultan yang akan berlangsung. Pertabalan Sultan akan berlangsung dengan penuh adat istiadat dan berakhir dengan majlis santapan. Seperkara yang perlu diingat ialah adat melaungkan ‘Daulat Tuanku’ sebanyak tiga kali berturut-turut terdapat dalam adat pertabalan Sultan.

b. Adat Resam Rakyat Biasa

Adat resam rakyat biasa amat penting bagi megawal tingkah laku rakyat demi keharmonian masyarakat pada zaman Melayu tradisional. Adat yang diamalkan oleh rakyat biasa lazimnya seperti adat perkahwinan dan adat menyambut kelahiran. Selain itu, terdapat juga adat lain seperti adat serumah tangga. Adat serumah tangga ialah adat yang berkaitan dengan cara kelakuan dalam rumah dan bersama keluarga. Selain itu, adat menziarahi tetamu juga diamalkan dalam masyarakat Melayu tradisional. Adat ini dimulakan dengan memberi salam kepada tuan rumah, membuka kasut dan membasuh kami sebelum bersalaman dengan tuan rumah. Tetamu yang datang pula perlu diberi hidangan.

Dalam adat perkahwinan pula terbahagi kepada beberapa peringkat. Peringkat yang pertama ialah merisik anak gadis sebelum majlis meminang dengan pihak lelaki memberikan sebentuk cincin kepada perempuan sebagai tanda pertunangan. Selepas itu, barulah tarikh pernikahan akan ditetapkan. Kemuncak perkahwinan adalah adat bersanding dan setelah itu pihak perempuan akan dibawa ke rumah lelaki untuk beberapa hari. Akhir sekali adalah adat kelahiran yang juga mempunyai beberapa peringkat. Semasa tujuh bulan mengandung, adat melenggang akan diadakan dan apabila sudah lahir upacara bercukur rambut akan diadakan menandakan anak tersebut diterima oleh masyarakat.


 

SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT MELAYU SAMBAS

Sistem kekerabatan pada masyarakat Melayu di Kalimantan Barat pada umumnya menganut sistem bilinial atau bilateral yaitu mengambil garis keturunan dari ayah dan ibu. Anak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama dari orang tua maupun sanak keluarga dari ayah dan ibu. Tetapi dalam pembagian warisan, anak laki-laki memperoleh bagian yang lebih banyak dari anak perempuan.

Dalam suku Melayu, yang merupakan kelompok kekerabatan terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Ketiga unsure inilah yang disebut keluarga inti . Adapun istilah yang digunakan oleh masyarakat Melayu Sambas adalah:

 

  • Mertua, yaitu panggilan untuk menyebut orang tua suami atau istri.
  • Besan, yaitu panggilan orang tua dari pihak laki-laki menyebut orang tua pihak istri anaknya atau dengan menantunya dengan sebutan besan dan demikian sebaliknya.
  • Ipar, yaitu panggilan untuk saudara kandung dari suami atau istri.
  • Biras, yaitu panggilan untuk suami atau istri dari ipar.
  • Ayah, yaitu panggilan anak-anak terhadap orang tua laki-laki.
  • Umak, yaitu panggilan anak-anak terhadap orang tua perempuan.
  • Nek Aki, yaitu panggilan terhadap orang tua laki-laki ayah atau ibu.
  • Nek Wan, yaitu pangglan terhadap orang tua perempuan ayah atau ibu.
  • Pak Tuak, yaitu panggilan untuk saudara laki-laki ayah atau ibu.
  • Mak Tuak, yaitu panggilan untuk saudara perempuan ayah atau ibu.

Panggilan terhadap Pak Tuak ini tergantung dari urutan kelahiran. Apabila Pak Tuak merupakan anak pertama maka dipanggil Pak Along (yang sulung), anak kedua dipanggil Pak Angah (yang tengah),  anak ketiga dipanggil Pak De (yang ketige), anak yang ke empat dipanggil Pak Ning, anak yang ke lima Pak Teh, anak yang ke enam Pak Ndah, anak yang ke tujuh Pakmok dan yang terakhir dipanggil Pak Usu (yang bungsu) Sedangkan untuk yang perempuan dipanggil Mak Along, Mak Angah , Mak De, Mak Ning, Mak Teh, Mak Ndah, Mak Mok dan anak yang terakhir Mak Usu. Ada juga yang seperti ini,  Jika jumlah saudara lebih dari tiga orang disebut berdasarkan warna kulitnya.

Istilah tersebut dapat juga dilihat dari fisiknya. Apabila waktu lahir badannya kecil, maka dapat dipanggil Pak Acik. Apabila badannya panjang, maka dapat dipanggil Pak Anjang. Dan apabila badannya gemuk dipanggil Pak Amok.

Bila panggilan terhadap orang dewasa ada istilahnya, maka antara anak-anak juga ada istilah sendiri. Misalnya sebutan saudara sepupu untuk anak dari Pak Tuak dan Mak Tuak.Ada beberapa adat istiadat Melayu yang masih berlaku hingga saat ini, diantaranya adat istiadat dalam upacara perkawinan, gunting rambut (tapong tawar) dan lain sebagainya.

 

 

C.    SISTEM PENGETAHUAN

Sistem pendidikan di Malaysia diselia oleh Kementerian Pelajaran Malaysia. Pendidikan Malaysia boleh didapatkan dari sekolah tanggungan kerajaan, sekolah swasta atau secara sendiri. Sistem pendidikan dipusatkan terutamanya bagi sekolah rendah dan sekolah menengah. Kerajaan negeri tidak berkuasa dalam kurikulum dan aspek lain pendidikan sekolah rendah dan sekolah menengah, sebaliknya ditentukan oleh kementerian. Terdapat peperiksaan piawai yang merupakan ciri yang biasa bagi negara-negara Asia seperti di Singapura dan China.

Pendidikan Malaysia terdiri daripada beberapa peringkat:

Hanya pendidikan di sekolah rendah diwajibkan dalam undang-undang. Oleh itu, pengabaian keperluan pendidikan selepas sekolah rendah tidak melanggar undang-undang. Sekolah rendah dan sekolah menengah diuruskan oleh Kementerian Pelajaran Malaysia tetapi dasar yang berkenaan dengan pengajian tinggi diuruskan oleh Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia yang ditubuhkan pada tahun 2004. Sejak tahun 2003, kerajaan memperkenalkan penggunaan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantar dalam mata pelajaran yang berkenaan dengan

 

 

 

D.    SISTEM MATA PENCAHARIAN HIDUP DAN SISTEM EKONOMI

Di Malaysia, penduduknya memiliki beberapa mata pencaharian dan kegiatan ekonomi, diantaranya sebagai berikut:

  1. pertanian,merupakan mata pencaharian penduduk yang utama ,dengan hasil:
          a. karet merupakan komoditiekspor terbesar  di dunia .tanaman karet  terdapat di semenanjung Malaysia ,Sarawak dan sabah
           b. padi (tanaman pangan utama)daerah nya di nerara bagian kendah, Kelantan, perak.
            c. kelapa sawit/minyak sawit terbesar di dunia, daerah perkebunan di johor, delangor dan perak. Hasil yang lain seperti kelapa, kayu.
  2. pertambangan,sebagian penghasil timah terbesar di dunia,yang di hasil kan di ipoh (lembah kinta Negara bagian perak) dan sekitar kualalumpur ,sedang pengolah timah di penang.malaysia sekarang juga penghasil minyak bumi, terdapat di miri Sarawak dan lepas pantai lutong.
  3. industri, di pusat kan di pelitang jaya dan shah alam (semenajnujng Malaysia)
  4. pariwisata, objek wisata yang terkenal , misalnya :taman nasional, tampe park, museum nasional bukit nanas, Cameron highland.

 

E.     SISTEM TEKNOLOGI DAN PERALATAN

 

TEKNOLOGI MELAYU

Ahli teknologi Melayu dikenali sebagai tukang; atau pandai yg dikhaskan untuk tukang besi atau pembuat keris yg dikatakan mempunyai ilmu mistik .Pandai keris mengetahui besi Kharsani dan besi ini merupakan logam yg diketahui oleh ahli al-kimia Islam yang juga bergelar hakim bermakna bijak bistari Bukti sejarah menyatakan keris terbaik hanya timbul pada zaman Islam dan besar kemungkinan teknologi pembuatannya datang dari tanah Besar Islam berdasarkan peristilahan pandai dan hakim itu, dan cara membuatnya dengan menempa beberapa lapis besi seperti pedang Damsyik Tukang Melayu percaya setiap benda yg dibuatnya mempunyai tertibnya sendiri yg menentukan prestasinya. Penertiban mengikut kitaran 4 akan tetapi 2,5,6,7,& 8 juga digunakan untuk pembuatan artefak tertentu

Selain teknologi besi bangsa Melayu juga sangat terkenal dengan Kehebatan mereka dalam sains maritim terutamanya pembuatan jong dan kapal. Jong merupakan kapal besar Melayu yg diketahui dibina sejak abad pertama hingga abad ke-15 , akan tetapi kapal ini dipercayai dicipta jauh lebih awal .Pada gendang gangsa tinggalan zaman gangsa (sebelum 2,000 ) di Nusantara, terdapat ukiran kapal primitif yg menunjukkan kemudi birai, dan dinding berjahit .Bangkai jong dijumpai di Pontian, Kuan Luk Pat, Thailand, Butuan, Filipina & Zaytun dekat Hong Kong .Ukiran di Borobudur menunjukkan Jong mempunyai lunas, dua linggi tinggi, dinding terjahit berlapis, dua kemudi birai, dua tiang layar, layar segiempat serta layar linggi depan dan pengapung .Panjang Jong antara 50 – 80 m dan merupakan kapal terbesar yg merentas lautan di Nusantara

Catatan Cina abad ke-8 menunjukkan jong dari Kun Lun (Nusantara) memuatkan lebih drpd 1000 orang dan muatan seberat 200 hingga 1000 ton
Kapal sebesar ini hanya boleh diselenggarakan oleh kuasa laut yg besar seperti dua kerajaan Melayu, Sri Vijaya dan Melaka dan digunakan untuk berperang
Dengan tertakluknya Melaka, jong juga turut hilang.Namun Muzeum Negeri Terengganu mempamerkan dua buah perahu besar Terengganu (awal abad ke-20) yg menunjukkan penyerapan ciri-ciri Barat/luar seperti layar cucur (jib), layar gap, kemudi bontot, dan penggunaan paku Seorang warga Perancis yg diselamatkan drpd kapal karam hampir 100 thn lalu mengajar tukang bot Terengganu memasukkan ciri-ciri ini. Hal ini jelas menunjukkan bahawa bangsa Melayu adalah sebuah bangsa kelautan yang amat handal, malahan ada di kalangan para sarjana mempercayai bahawa kehandalan para pelayar Melayu dalam sains maritim menyebabkan khidmat mereka sering digunakan oleh pengembara dari Cina,India,Arab malahan Eropah. Dikatakan juga bahawa pelayar Melayu telah membantu usaha Magellan dalam ekspedisinya mengelilingi dunia. Insyaallah sedikit masa lagi saya akan memperincikan mengenai kehebatan pelayar Melayu ini.

 

Alat-alat Musik Tradisional Melayu

Musik Melayu tidaklah mempunyai satu cara tertentu, melainkan menggunakan kepada 5 bunyi (skala Petatonik) atau 7 bunyi (Heptatonik) saja, dan tiadalah pula menurut aturan tertentu. Hal ini boleh dilihat dari cara memainkan serunai yang di tiup, dari satu daerah dengan kawasan Melayu yang lain sangatlah berbeda, ianya lebih kepada selera masing-masing peniup. Mungkin hal yang sedemikian itu, merupakan salah satu kesulitan untuk menciptakan cara notasi pada semua alat musik Melayu, untuk diturunkan kepada keturunan berikutnya.

Mungkin disebabkan karena peniruan atau pengaruh, maka banyaklah alat musik tradisional Melayu yang mempunyai persamaan dengan negeri-negeri lain di Asia. Misalnya canang (gong kecil) juga ada di Muangthai yang disebut Khong Wong Yai, di Birma juga ada, demikian juga di Sabah melalui alat kulintangnya. Demikian jugalah halnya dengan serunai, ada di banyak negeri-negeri Asia.

Jenis alat seperti rebab, kecapi (alat musik bertali atau chordophone), ceracap yang menggunakan buloh (idiophone) dan alat gendrang dari perunggu (membranophone) sudah dikenal sejak zaman kebudayaan Dongson di Asia. Kemudian pula gendang menggunakan satu muka seperti gendang ronggeng, rebana dan lain-lainnya adalah mendahului gendang-gendang yang bermuka dua seperti gendang silat, gendang nobat dan lain-lain.

Disebabkan zaman dahulu itu tidak menggunakan notasi tertulis, maka untuk memudahkan ingatan dalam memainkan alat tersebut, misalnya di dalam suatu irama tertentu atau untuk membedakan tinggi rendahnya bunyi nada (pitch), dipakailah suku kata yang menentukan tibre gendang seperti “tak” (bunyi tertutup atau bass yang dimainkan gendang induk), dan “pong” (pada bunyi nyaring yang dimainkan oleh gendang anak). Seperkara demikian juga ada pada cara memainkan musik India (Tala) dengan rumusan suku kata seperti “ta”, “ka”, “dhin”, “na”, “tom”, “ki”, “ri”, “dha” dan juga dengan memakai gerakan-gerakan tangan (petikan jadi, lambaian tangan, tangan tertutup dan terbuka serta lain-lainnya) sebagai pembagian metrumnya. Pemain gendang haruslah menghafal suku kata suku kata itu di luar kepala. Hal ini juga berlaku pada musik Karo dan Mandailing.

Pada musik tradisional Melayu, lebih diberikan kepada keahlian sebenarnya hanya mempunyai peranan sampingan saja dari keseluruhan musik Melayu. Oleh karenanya hanya ada 3 buah alat musik Melayu yang paling penting yaitu:

 

 

 

  • Gendang
  • Rebab (kemudian digantikan oleh biola)
  • Gong atau Tetawak (kemudian digantikan peranannya oleh bass).
  • Barulah kemudiannya diikuti oleh alat-alat musik lainnya seperti Serunai, bermacam-macam jenis gendang, telempong, kesi (cymbal), ceracap dan alat-alat perkussi lainnya.

 

F.     BAHASA

 

Bahasa Malaysia merupakan bahasa kebangsaan negara Malaysia yang ditetapkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Lebih daripada 80% bahasa Malaysia berhubungan dekat dengan Bahasa Indonesia dan dituturkan asli oleh lebih dari 10 juta orang. Bahasa Malaysia dituturkan sebagai bahasa kedua oleh 18 juta orang, sebagian besar dari etnik minoritas negara Malaysia.

Sejarah bahasa Malaysia

Bahasa ini disebut dengan berbagai macam nama, namun nama yang paling dikenali yaitu “Bahasa Melayu” dan “Bahasa Malaysia”. Meskipun begitu, di Malaysia kekeliruan telah muncul dalam kalangan rakyatnya mengenai nama apakah yang patut digunakan sebagai nama resmi di negara tersebut.

Pada masa kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman sebagai Perdana Menteri pertama memperkenalkan istilah “Bahasa Malaysia” sebagai bahasa kebangsaan Malaysia. Istilah ini kemudian digunakan secara meluas. Sebenarnya istilah bahasa Malaysia itu sendiri tidak disumbangkan oleh YAB Tunku Abdul Rahman, tetapi timbul secara spontan selepas tanggal 13 Mei 1969. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam liputan media massa saat itu. Pada masa itu pun terwujudlah semacam persetujuan ramai terhadap istilah bahasa Malaysia, namun Perlembagaan Malaysia tidak berubah.

Pada tahun 1986, istilah “Bahasa Malaysia” diganti menjadi “Bahasa Melayu”. Menurut Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan Malaysia, “bahasa kebangsaan Malaysia yaitu bahasa Melayu”.

Pada tanggal 4 Juni 2007Kabinet membuat keputusan untuk menggantikan penggunaan “Bahasa Melayu” menjadi “Bahasa Malaysia”. Kabinet mengarahkan agar semua kementerian, universitas, pusat pengkajian tinggi dan institusi-institusi lainnya untuk menggunakan istilah “Bahasa Malaysia” dalam surat-menyurat, catatan dan dokumen. Kebijakan tersebut sebagai dukungan untuk menanamkan semangat perpaduan dalam kalangan rakyat Malaysia yang beragam kaum yaitu Melayu, Cina, Arab, dan India. Pada 5 November 2007, Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Seri Zainuddin Maidin, menegaskan lagi bahwa penggunaan istilah baru “Bahasa Malaysia” itu muktamad atau dalam kata lain dapat dijadikan pegangan dan dapat diandalkan

Kaidah Penullisannya

Penulisan bahasa Melayu sebagai asal mula bahasa Malaysia telah mengalami beberapa perubahan dan menggunakan beberapa jenis huruf yang terus berganti setiap masa. Tulisan yang pertama dipakai yaitu huruf Pallawa yang berasal dari India. Tulisan Pallawa ini kemudian mengalami perubahan. Berikut ini tulisan yang pernah digunakan dalam bahasa Melayu di Asia Tenggara:

Dalam zaman pascamodern, bahasa Malaysia biasanya ditulis dalam kaidah Rumi / kaidah Latin dan kadang kala dalam kaidah Jawi untuk upacara keagamaan. Kaidah Rumi merupakan kaidah resmi bahasa Malaysia seperti yang dimaktub dalam Perlembagaan Malaysia. Kaidah tersebut kerap kali digunakan dalam kehidupan keseharian. Walau bagaimanapun, tetap ada usaha yang dilancarkan untuk menghidupkan lagi kaidah penulisan Jawi (huruf Arab Melayu).

 

G.     KESENIAN

Kesenian Melayu didefinisikan sebagai hal-hal yang menyangkut hasil olah rasa dan raga orang Melayu dalam mengekspresikan bentuk-bentuk hasil proses penghayatan yang indah, menyenangkan dan bisa memberi kepuasan baik kepada pribadi penciptanya maupun kepada para penikmat. Keseniam Melayu terbagi dalam aspek seni gerak, warna, bunyi atau kombinasi dari semua aspek tersebut.

Melayu diciptakan oleh masyarakat Melayu dan menjadi hak miliki baik secara pribadi maupun bersama-sama. Secara singkat Kesenian Melayu bisa didefinisikan sebagai representasi dari budaya Melayu.

Sebagai masyarakat yang mayoritas beragama Islam, kesenian Melayu dianggap sebagai salah satu bentuk untuk mengekspresikan pemujaan kepada Allah Swt. Dengan demikian, kesenian Melayu sedapat-dapatnya tidak membawa kejelekan, kerusakan apalagi yang haram dalam pandangan agama.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, kesenian Melayu juga ikut berkembang. Misalnya saja dalam cabang teater, kini tidak hanya dalam bentuk film dan animasi semata, tapi punya cabang baru yaitu multimedia.

Kesenian Melayu seperti cabang seni pada umumnya bisa dikategorikan ke dalam seni suara, seni peran, musik, lukis, ukur, sastra, origami, bonsai, suiseki, seni bela diri dan seni memasak atau kuliner.

Dalam bidang seni suara, masyarakat Melayu mengenal salah satu bentuk seni suara yang disebut Endoi atau Dendang Siti Fatimah. Biasanya, seni suara ini diperdengarkan sehubungan dengan acara kelahiran anak atau upacara mencukur. Seni suara Endoi sampai sekarang masih bisa disaksikan di daerah Perak, Negeri Sembilan, Trengganu dan Selangor. Sementara seni suara Nazam yang mengisahkan riwayat Nabi Muhammad juga merupakan seni suara khas Melayu.

Seni suara yang erat kaitannya dengan pujian-pujian terhadap Allah Swt bisa disaksikan dalam seni qasidah, nasyid, zikir, beduah, hadrah, ghazal yang biasanya diiringi instrumen seperti terbang, rebana, dan tetabuhan tradisional lainnya.

Selain seni suara, kesenian Melayu juga mengenal beragam seni gerak seperti drama dan aneka macam tari. Ada beberapa kategori seni tari dalam Kesenian Melayu, yaitu seni tari istana yang meliputi tari siti payung, gamelan, mak inang, dan sebagainya. Kemudian ada juga tari yang dipengaruhi Arab dan Parsi, seperti tari hadrah dan rodat.

Tarian rakyat bisa kita lihat dalam jenis tari ronggeng, joget dan dondang sayang. Dan yang terakhir adalah sejenis tari yang khusus dimainkan oleh laki-laki, seperti tari labi-labi, kuda kepang dan tari berdayung.

Dalam seni drama Melayu pun dikenal beragam jenis drama. Sebuah drama yang dikenal dengan nama Makyung misalnya. Drama yang mengisahkan ritual pemujaan terhadap roh nenek moyang ini sampai sekarang masih bisa ditemui terutama di Kelantan.

Selain Makyung, kesenian Melayu juga mengenal drama tradisional yang dinamakan Main Puteri. Drama ini menceritakan tentang seorang pawang yang mengawal roh-roh pembawa penyakit. Drama tradisional ini, selain sebagai sebuah cabang seni drama dan gerak, juga dipergunakan sebagai upaya mengobati seseorang. Sampai sekarang, tarian Main Puteri ini masih populer di Kelantan.

 

SUMBER :

 

http://organisasi-asia.blogspot.com/

http://horlicksejuk.blogspot.com/2009/08/sistem-sosial-masyarakat-melayu.html

http://batumakjage.blogspot.com/2012/03/sistem-kekerabatan-masyarakat-melayu.html

http://www.anneahira.com/kesenian-melayu.htm http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Hubungan_Unsur_Geografis_dan_Penduduk_Asia_Tenggara_9.1_%28BAB_10%29

 http://malaysia.panduanwisata.com/2012/02/15/kondisi-ekonomi-malaysia/

http://malaysia.panduanwisata.com/2012/02/10/sistem-keagamaan-di-negeri-jiran/

 

KELOMPOK 7    :

  1. Afaafah H.B (10212293)
  2. Aji Erwan N. (10212516)
  3. Ayu Agustina (11212276)
  4. Intan Larasati (13212747)
  5. Richad S.P (16212275)
  6. Rishanty R. (16212456)
  7. Yoga Adi Pratama (17212815)
Advertisements