KOPERASI DI INDONESIA

Pengertian koperasi

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang – seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Sejarah Singkat Koperasi di Indonesia

Koperasi berdiri di Indonesia karena penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme makin memuncak. Beberapa orang yang berkehidupan sederhana dengan kemampuan ekonomi yang terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada tahun 1986 seorang Pamong Praja bernama Patih R.Aria Wiria Atmaja di purwokerto mendirikan sebuah bank untuk para pegawai negeri. Terdorong keinginannya untuk membantu para pegawai negeri yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit dengan model seperti di jerman. Semangat cita – cita tersebut kemudian di teruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. Sewaktu cuti, ia berhasil mengunjungi jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri yang dibantu, petani juga perlu untuk di bantu karena penderitaan mereka yang disebabkan oleh tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan untuk mengubah bank tersebut menjadi koperasi. Selain itu, ia pun mendirikan lumbung – lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia berusaha untuk mengubah lumbung – lumbung desa menjadi Koperasi Kredit Padi, namun pihak belanda berpendirian lain. Bank Pertolongan Tabungan dan Pertanian tidak dijadikan koperasi melainkan pemerintah membentuk badan usaha Pemerintah dan dipimpin oleh orang – orang pemerintah yang sekarang dikenal dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pada zaman Belanda koperasi belum dapat terlaksana karena:

  1. Belum ada Instansi pemerintah atau non pemerintah yang memberikan penyuluhan tentang koperasi
  2. Belum ada UU yang mengatur kehidupan Koperasi
  3. Pemerintah jajahan masih ragu untuk mengajukan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.

Untuk mengantisipasi koperasi yang sudah mulai memasyarakat, pemerintah hindia belanda mengeluarkan peraturan perundang – undangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan – Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia – Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan –Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 di buat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusaha – pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdidi Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU No. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942, Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus, namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang unguk mengeruk keuntungan dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia, sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

Advertisements